Cara Pembayaran

Bank BCA
No. 8300014543
A/n. Mahidin

Bank Mandiri
No. 127-00-0646580-9
A/n. Mahidin

BengkelParts.com

Piston Avanza STD

Piston Avanza STD
Brand: Toyota
Product Code: 13101-BZ030
Availability: In Stock
Price: Rp340,000 Rp320,000
Ex Tax: Rp320,000
Qty:  
   - OR -   

Piston / Seher Avanza STD

13101-BZ030

Toyota Genuine Part

Piston berbentuk seperti silinder. Piston bekerja dan bergerak secara translasi (gerak bolak-balik) di dalam silinder, yang biasa disebut gerak dari TMA ke TMB atau sebaliknya. Piston selalu menerima temperatur dan tekanan yang tinggi, bergerak dengan kecepatan tinggi dan terus menerus. Dalam silinder piston melakukan empat macam pekerjaan, yaitu hisap, kompresi, expansi, dan buang.

Berikut ini adalah beberapa fungsi piston:

  • tempat dudukan ring piston.
  • menghisap dan memampatkan udara.
  • meneruskan tekanan pembakaran ke crankshaft.
  • mendorong gas bekas pembakaran keluar.
  • membentuk suatu ruang bakar.

Permukaan piston pada mulanya dibuat rata. Namun, untuk meningkatkan efisiensi engine, terutama pada mesin 2 tak, permukaan piston dibuat cembung simetris dan cembung tidak simetris. Permukaan yang cembung tersebut berguna untuk menyempurnakan pembilasan gas bahan bakar dan melancarkan pembuangan gas bekas pembakaran. Umumnya piston dibuat dari bahan campuran aluminium (aluminium alloy) yang mana bahan tersebut harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  • tahan terhadap temperatur tinggi.
  • mampu menahan tekanan yang bekerja padanya.
  • mudah menghantarkan panas ke bagian sekitarnya.
  • ringan dan kuat.

Beberapa tipe piston yaitu sebagai berikut:

- Split Piston

Memiliki alur di bagian luar yang segaris dengan lubang pin piston. Pada umunya alur berbentuk setngah bulat atau model U.

- Slipper Piston

Memiliki coakan pada bagian bawah badan piston. Bertujuan memperpendek langkah piston sehingga dapat dihasilkan perbandingan kompresi yang tinggi.

- Oval Piston

Bertujuan menyerap panas supaya piston tidak mengalami pemuaian yang berlebihan.

- Autothermic Piston

Memiliki kawat baja berbentuk ring. Berfungsi menyerap panas pada kepala piston, mencegah pemuaian yang berlebihan.

Ring Piston

Ring piston biasanya terbuat dari bahan besi cor spesial dan diameter ring piston sedikit lebih besar daripada diameter luar piston. Ring piston dipasang pada alur dan permukaannya berhubungan dengan dinding silinder.

Secara umum fungsi ring piston adalah sebagai berikut:

  • sebagai sealing/perapat antara piston dan silinder untuk mencegah kebocoran kompresi.
  • mengontrol oli pelumas pada dinding silinder.
  • meneruskan panas piston ke pendinginan dengan perantaraan ring dan silinder.
  • mengatur fleksibilitas penyekatan antara piston dan silinder dalam berbagai tekanan dan temperatur.

Ring piston dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

  1. Ring Kompresi, jumlahnya satu atau dua dan untuk motor-motor yang lebih besar lebih dari dua. Fungsinya untuk merapatkan antara piston dengan dinding silinder sehingga tidak terjadi kebocoran pada waktu kompresi.
  2. Ring Oli, dipasang pada deretan bagian bawah dan bentuknya sedemikian rupa sehingga dengan mudah membawa minyak pelumas untuk melumasi dinding silinder.

Penampang atau ujung ring piston mempunyai banyak tipe, bentuk penampang menunjukkan karakteristik dari ring piston.

- Plain Type

Ring yang biasa dipakai, mempunyai penampang persegi empat.

- Keystone Type

Penampang dibuat seperti keystone ring ini juga didesain agar mudah didorong oleh tekanan pembakaran, sehingga seluruh permukaan bersinggungan dengan dinding silinder. Ring piston juga bergerak keluar masuk dalam alur mencegah pembentukkan karbon pada alur dan menjaga ring agar tidak melekat pada alur.

- L-shapped Ring

Penampangnya berbentul “L” Shapped ring, sehingga dengan demikian ring mempunyai singgungan lebih besar dengan dinding silinder sehingga memberikan sealing yang bagus. Tetapi ring ini mempunyai tahanan singgung yang lebih tinggi, oleh karena itu tidak begitu baik untuk mesin kecepatan tinggi.

Pada pemasangan piston kita mengenal adanya pin piston. Pin piston berfungsi untuk mengikat piston terhadap connecting rod. Selain itu, pin piston juga berfungsi sebagai pemindah tenaga dari piston ke connecting rod supaya gerak bolak-balik dari piston dapat diubah menjadi gerak berputar pada cran shaft. Walaupun ringan bentuknya tetapi pin piston dibuat dari bahan baja paduan yang bermutu tinggi agar tahan terhadap beban yang sangat besar.

Bagian lain dari piston yaitu connecting rod atau biasa disebut stang piston. Connecting rod terbuat dari bahan baja tuang spesial yang ringan dengan bentuk penampang “I”. Crank pin terintegrasi dengan crankshaft, sehingga connecting rod dapat terpasang mencengkeram pada crank pin dengan mur dan baut spesial pada ujung yang besar (big end). Pada bagian ujung yang besar (big end) terpasang fit “metal plain beams” dan pada bagian ujung yang kecil terpasang bushing tembaga (copper alloy bushing).

sumber: fuadmje

Write a review

Your Name:


Your Review: Note: HTML is not translated!

Rating: Bad           Good

Enter the code in the box below:



Powered By OpenCart
Bengkel Parts © 2014